17 June 2011

Liburan Hemat Sambil Belajar Bahasa Inggris

Pak Andre di teras ELFAST
(courtesy cktanthii.blogspot.com)
Di era globalisasi ini Anda masih belepotan bicara bahasa Inggris? Waduh, ke laut aja deh. Belajar bahasa Inggris bukan sekedar untuk gaya-gaya. Pengetahuan dan informasi penting sebagian besar ditulis dalam bahasa Inggris. Kalau tidak menguasainya, itu sama artinya seperti katak dalam tempurung. Alias cetek dan kuper!

Tapi, biaya kursus bahasa Inggris saat ini mahal sekali. Sudah begitu, belum tentu kualitasnya bagus. Kalau itu masalahnya, ada alternatif yang lebih murah, namun kualitasnya masih cukup baik. Datanglah ke kampung bahasa Inggris Pare. Ini adalah desa kecil yang terletak di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Tak sulit untuk menuju kampung ini. Kalau Anda tinggal di Jakarta atau Bandung, bisa naik kereta api jurusan Surabaya. Sebelum kereta sampai di Pasar Turi, Anda harus turun di stasiun Jombang, lalu diteruskan dengan naik angkot menuju Pare. Perjalanan dengan angkot menuju Pare ini memakan waktu sekitar satu jam. Alternatif lainnya, bisa menumpang kereta jurusan Kediri. Dari kota rokok itu, perjalanan disambung dengan naik angkot.

Apa istimewanya Pare dibanding tempat kursus bahasa Inggris di kota-kota besar? Keunggulan utamanya sudah disebutkan di awal, yakni biayanya lebih murah. Biaya kursus di Pare sekitar seperempat atau seperlima dari tarif yang dipatok lembaga-lembaga pengajaran bahasa Inggris terkenal seperti LIA dan ELTI. Biaya kursus untuk satu bulan penuh dengan 40 kali pertemuan (sehari masuk dua kali) sekitar 100 ribu rupiah per bulan. Itu untuk level pemula, kalau program tingkat lanjut seperti TOEFL dan IELTS biayanya sekitar 200 ribu rupiah. Cukup murah bukan?

Tapi, apakah kualitasnya sebanding dengan lembaga-lembaga terkenal seperti LIA dan ELTI? Jawabannya tergantung, karena ada tempat kursus yang sangat menjaga kualitasnya dan ada yang abal-abal. Lalu, bagaimana dong caranya memilih tempat kursus yang baik dengan biaya ringan? Tenang, itu akan saya jelaskan. Begini-begini saya hasil didikan kursus di Pare juga loh!

Selain biaya kursus yang relatif ringan, pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari juga tergolong murah. Misalnya, biaya kos (sharing) dipatok sekitar 75 ribu rupiah per bulan. Untuk makan di warung dengan lauk telur atau ikan sekitar 6000 ribu rupiah per porsi. Tak ada pengeluaran ekstra untuk transportasi, karena tempat kursus bisa dijangkau dengan jalan kaki saja. Atau kalau mau menyewa sepeda, tarifnya 30-50 ribu saja per bulan. Pokoknya jauh lebih murah dibanding Jakarta, Bandung atau Yogya!

Lembaga kursus tertua di Pare adalah BEC (Basic English Course) yang usianya sekarang sudah menginjak 34 tahun. Ini adalah salah satu lembaga kursus terbaik dan gedungnya paling megah pula. Sayangnya, untuk mengikuti kelas-kelas di BEC kita harus mendaftar berbulan-bulan sebelumnya. Ini tentu tidak praktis kalau Anda hanya punya waktu yang sangat singat di Pare. Alternatifnya, Anda bisa memilih lembaga-lembaga lain yang jumlahnya lebih dari 30 buah.

Kalau kemampuan bahasa Inggris Anda masih sangat dasar, saya sarankan mengambil kelas privat. Mengapa? Jumlah siswa di tiap kelas biasanya sangat besar, sekitar 20-30 orang. Ini sangat tidak ideal untuk belajar bahasa asing, apalagi kalau kemampuannya masih sangat terbatas. Harap dimaklumi, kelas yang besar ini adalah salah satu strategi untuk menekan biaya supaya harganya tetap terjangkau. Program privat tingkat pemula biayanya tidak terlalu besar. Siswa-siswa tingkat senior bahkan banyak yang mampu memberikan kursus privat pemula ini. Supaya biayanya bisa ditekan lagi, Anda bisa bergabung dengan 3-4 orang siswa lain membentuk satu kelas kecil.

Khusus untuk tingkat pemula ini, ada cukup banyak lembaga yang kompeten. Kalau ingin memperdalam percakapan, Anda bisa memilih Daffodils. Kalau ingin mendalami tata bahasa, bisa pilih Mahesa, EECC atau Smart. Bagi pelajar tingkat lanjut yang ingin mendalami TOEFL dan IELTS, saya merekomendasikan ELFAST.

Jangan dikira semua pelajar yang menimba ilmu di Pare semuanya bisa sukses cas cis cus dalam bahasa Inggris. Banyak yang gagal dan akhirnya cuma lontang-lantung di sana. Saya berani bilang kalau kualitas siswa-siswa di pare kini jauh menurun dibanding beberapa tahun lalu saat saya belajar bahasa Inggris di sana. Bukan kualitas lembaga kursusnya yang menurun, tapi kualitas siswanya!

Beberapa tahun lalu, siswa yang masuk level tiga bisa dibilang sudah lancar berbahasa Inggris. Tapi sekarang, kualitasnya setara dengan level satu di zaman dulu! Saya tidak berlebihan. Saya mengunjungi Pare sekitar empat bulan lalu dan membandingkan dengan seksama kondisinya saat saya belajar dulu. Inilah cerminan dari kualitas pendidikan kita yang menurun.

Lalu, bagaimana caranya supanya bisa berhasil belajar bahasa Inggris? Belajar bahasa tidak seperti belajar ilmu pertukangan. Butuh waktu bertahun-tahun karena nilai rasa bahasa itu hanya bisa dipelajari dalam waktu yang panjang. Jangan percaya kalau ada yang bilang lembaga anu bisa membuat Anda lancar hanya dalam waktu tiga bulan. Kalau sekedar percakapan ringan tentu bisa. Tapi, untuk mengusainya dengan baik dalam tempo tiga bulan adalah klaim yang mustahil!

Waktu belajar bahasa Inggris dulu, saya hanya menghabiskan tak lebih dari satu bulan di Pare. Tapi, itu saya lalukan setiap liburan semester pendek. Selama sebulan itu, saya mempelajari dasar-dasar yang akan diperdalam selama setahun dengan belajar sendiri. Bandingkan dengan gaya belajar kebanyakan siswa-siswa di Pare sekarang. Mereka mengambil cuti kuliah selama setahun hanya untuk kursus bahasa Inggris. Ternyata, masih banyak yang gagal dengan cara itu. Mengapa? Karena mereka hanya belajar rumus-rumus bahasa, tidak mencintainya dan tak pernah dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk meningkatkan cita rasa bahasa Inggris, kita perlu rajin-rajin membaca koran bahasa Inggris, membaca buku-buku teks, menonton film dan mendengarkan berita dalam bahasa Inggris. Rasanya, hal-hal itu bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari tanpa perlu kursus yang panjang.

Bagi murid-murid sekolah dan mahasiswa, daripada luntang-lantung tidak karuan pada waktu liburan, lebih baik mengisinya dengan belajar bahasa Inggris di Pare. Tak perlu mengambil cuti bertahun-tahun. Kamu bisa mempelajarinya dengan mudah asal dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Cukup luangkan waktu satu atau bulan saja di Pare, selebihnya praktikkan sendiri. Mumpung waktu liburan sudah dekat, ayo ramai-ramai membuat rencana liburan ke Pare!

0 comments:

Post a Comment