27 September 2011

Cara Praktis Mengepak Ransel

Courtesy campist.com
Sepertinya saya sudah lama tidak menulis tips perjalanan di blog ini. Baiklah, kali ini saya akan membahas tentang cara mengemas ransel (backpack). Meskipun kelihatannya sepele, mengemas ransel dengan benar akan sangat membantu kelancaran perjalanan Anda. Jadi, jangan anggap remeh perihal ini.

Mengemas ransel memerlukan seni tersendiri. Anda harus memastikan bahwa barang-barang yang dibawa benar-benar dibutuhkan dalam perjalanan. Jangan sampai Anda terkesan membawa buntalan karena saking besarnya ransel yang dibawa. Namun, membawa barang terlalu sedikit juga bisa merepotkan karena Anda tidak membawa perlengkapan yang diperlukan.

Nah, apa saja yang harus diperhatikan saat mengemas ransel? Simak panduan sederhana berikut ini.

Memilih ransel
Tahapan pertama yang harus Anda lakukan tentunya memilih ransel yang tepat. Ingatlah, ransel yang mahal dan bermerek belum tentu paling baik. Saat membeli ransel, pastikan ransel yang Anda pilih terbuat dari bahan yang cukup kuat. Kalau bisa, pilih ransel yang kedap air. Hindari juga membeli ransel yang modelnya terlalu tinggi. Saat mengenakan sebuah ransel, tingginya tidak boleh melebihi kepala kita. Idealnya, tinggi ransel maksimal hanya sebatas tengkuk. Ini sangat penting untuk menjamin keleluasaan bergerak.

Bagian terpenting ransel adalah tali pengait serta risletingnya. Bayangkan cerita horor yang akan Anda alami jika tali pengait serta risleting ransel rusak di tengah jalan. Periksa benar-benar bagian tali pengait ini saat membeli ransel. Demikian pula dengan risletingnya. Risleting yang terbuat dari logam biasanya lebih awet dan tidak gampang rusak.

Jangan pernah memilih ransel yang tidak memiliki saku. Pastikan ransel yang Anda pilih memiliki 3-4 buah saku di bagian luar. Saku ransel yang kecil bisa Anda gunakan untuk mengisi kaus kaki, alat tulis, serta pernak-pernik kecil lainnya. Saku yang lebih besar harusnya bisa memuat sandal atau peralatan mandi. Selain saku di bagian luar, ransel yang dibeli seharusnya juga memiliki saku di bagian dalam. Saku bagian dalam ini bisa dimanfaatkan untuk menaruh benda-benda penting supaya tidak bercampur dengan item lainnya.

Oh ya, hindari juga membeli ransel yang berwarna terang dan meriah. Meskipun kelihatan funky, warna terang sangat mudah terlihat kotor. Secara psikologis, warna terang juga selalu menarik perhatian. Tak masalah kalau yang memberi perhatian adalah orang yang naksir Anda. Tapi kalau yang mengincar Anda adalah pelaku kejahatan? Ceritanya pasti akan berbeda!


Mengisi ransel
Setelah memilih ransel yang tepat, kegiatan berikutnya adalah mengisi ransel tersebut dengan barang-barang yang dibutuhkan selama perjalanan. Hindari mengemas barang bawaan semalam sebelum keberangkatan seperti yang dilakukan banyak orang. Sebaiknya, kemas ransel Anda seminggu sebelum keberangkatan. Masukkan barang-barang yang kira-kira diperlukan sedikit demi sedikit. Lalu pikirkan lagi apakah barang-barang tersebut benar-benar diperlukan dan periksa kembali jika ada yang terlupa.

Makin mendekati hari H, barang-barang yang sudah dimasukkan ke dalam ransel disusun kembali agar lebih rapi. Menyusun isi ransel juga ada tekniknya. Taruh barang-barang yang paling besar dan berat di bagian paling bawah. Sedangkan barang-barang yang lebih kecil dan paling sering digunakan ditempatkan di bagian atas. Barang-barang yang memiliki ruang kosong di dalamnya seperti sepatu, bisa diisi bagian dalamnya untuk memaksimalkan daya tampung.

Setrika dan lipat dengan rapi semua pakaian yang akan dibawa. Baju-baju yang dilipat dengan rapi akan memakan tempat yang lebih sedikit. Perhatikan juga, lipatan baju yang terlalu lebar bisa menyulitkan Anda saat menyusunnya dalam ransel. Supaya ransel bisa padat terisi, sebagian pakaian bisa digulung untuk mengisi celah-celah yang masih kosong.

Manfaatkan saku-saku ransel untuk mengisi barang-barang yang sering digunakan seperti alat tulis, obat-obatan, makanan ringan, charger peralatan elektronik dan produk perawatan tubuh. Pisahkan barang-barang tersebut menurut jenisnya. Misalnya, obat-obatan dan produk perawatan tubuh ditaruh dalam satu tempat. Begitu pula dengan alat tulis dan pernak-pernik lainnya. Pemisahan ini penting dilakukan supaya Anda bisa menemukan barang yang dicari dengan mudah. Tapi ingat, jangan sekali-kali menaruh barang berharga dalam saku luar ransel Anda. Pencuri yang profesional bisa mengambilnya dengan mudah.

Dilarang keras mengisi ransel sampai benar-benar penuh! Sisakan ruang kosong sekitar 20-30 persen dari kapasitas maksimal ransel Anda. Di perjalanan, tentunya Anda pasti membeli sesuatu, entah itu oleh-oleh atau keperluan lainnya. Jangan lupa pula, baju-baju kotor yang belum sempat dicuci akan memakan tempat yang lebih banyak dari baju bersih yang terlipat rapi. Karena itu, wajib hukumnya menyisakan ruang kosong di ransel!

Apakah Anda merasa nyaman?
Sebelum memulai petualangan dengan ransel kesayangan Anda, pastikan bahwa ransel yang sudah terisi cukup nyaman untuk dibawa. Panggullah ransel tersebut beberapa saat dan bayangkan Anda sedang berjalan di tengah terminal bus yang ramai. Berjalanlah mondar-mandir (kalau perlu ke luar rumah) sambil mengukur kekuatan tubuh.

Kalau ransel tersebut terasa cukup berat, pikirkan lagi barang-barang apa yang sekiranya bisa dikeluarkan. Jangan memaksakan diri membawa ransel yang berat karena akan membuat perjalanan Anda menjadi sangat tidak nyaman. Ingatlah, Anda tidak bisa menyewa porter di perjalanan!