Beranda

    Social Items

Dalam berbagai survei, Nepal sering masuk dalam jajaran destinasi berbiaya murah di Asia. Negeri di kaki Himalaya ini menawarkan banyak atraksi menarik, seperti trekking, wisata sejarah dan kuliner tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam. Murahnya biaya jalan-jalan di Nepal ini saya buktikan sendiri dalam perjalanan ala backpacker selama 3 minggu.

Menyebut Nepal, banyak orang langsung membayangkan kegiatan trekking. Ya, negeri ini adalah surganya para pendaki gunung. Bayangkan, 8 dari 10 puncak tertinggi di dunia ada di Nepal! Tapi yang membuatnya lebih menarik, kegiatan trekking di Nepal bisa dilakukan dengan biaya yang relatif murah. Coba, di mana lagi Anda bisa trekking di rute kelas wahid dengan biaya murah selain di Nepal?

Sebagai pelancong irit alias backpacker, tentu saja saya tak melewatkan kegiatan trekking berbiaya murah ini. Dari sekian banyak rute trekking menarik yang ditawarkan di Nepal, pilihan saya jatuh pada Annapurna Base Camp atau lebih populer disebut sebagai ABC trek. Alasannya, karena waktu yang dibutuhkan hanya 7 hari, serta bisa dilakukan tanpa porter dan pemandu sehingga biayanya menjadi lebih murah.

Nepal terkenal sebagai tujuan wisata trekking kelas wahid
Karena memilih trekking tanpa porter dan pemandu, ongkos yang saya keluarkan sebagian besar dialokasikan untuk akomodasi dan makan. Saat menjelajahi rute ABC trek, kita tak perlu repot-repot membawa tenda sendiri untuk tidur karena di sepanjang perjalanan akan ditemui desa-desa yang menawarkan akomodasi sederhana. Tarifnya bisa dibilang luar biasa murah untuk ukuran rute trekking sekelas ABC trek. Kita cukup membayar 150 rupee atau sekitar Rp19 ribu rupiah saja per malam untuk tiap orang.

Meski tarifnya murah, kamarnya cukup bersih dan nyaman. Kasur empuk dan selimut hangat jadi tempat yang ideal untuk beristirahat setelah seharian berjalan kaki. Tapi tentu saja minus fasilitas mewah seperti AC dan televisi. Anda biasanya juga diharuskan membayar biaya tambahan kalau ingin menggunakan kamar mandi dengan fasilitas air hangat.

Tertarik dengan trekking berbiaya murah di Nepal? Baca artikel lainnya Trekking di Nepal dengan Biaya Irit. Seluk-beluk trekking di Nepal untuk pelancong hemat saya bahas tuntas di artikel itu.

Bagaimana dengan biaya makan? Teman-teman saya yang pernah ke India banyak yang bilang bahwa harga makanan di Nepal lebih mahal dari India. Saya sendiri belum pernah ke India jadi belum bisa membuktikannya. Namun ini bisa dipahami karena letak Nepal cukup terpencil dan tak memiliki wilayah pantai. Barang-barang yang diimpor harus melalui India, lalu harus diangkut lewat jalur darat dengan jarak yang jauh pula.

Menu sarapan pagi ala Nepal
Meski begitu, harga makanan di Nepal masih cukup terjangkau untuk ukuran kantong sebagian besar orang Indonesia. Di restoran untuk turis di kawasan Thamel, Kathmandu misalnya, harga sepiring nasi biriyani dibanderol 80 rupee saja atau sekitar Rp10 ribu rupiah. Sebagai teman bersantap nasi biriyani, kita bisa memesan kari ikan atau kari ayam seharga 150 rupee atau sekitar Rp18 ribu yang bisa dimakan berdua.

Ingin mencoba makanan khas Nepal? Anda harus mencoba momo, yakni pangsit yang direbus atau digoreng, dengan isi sayuran, daging kambing atau daging kerbau. Momo ini banyak sekali dijual, mulai dari warung di pinggir jalan, sampai restoran kelas atas di hotel-hotel berbintang. Di restoran-restoran di kawasan Thamel, Kathmandu, seporsi momo isi sayuran kisaran harganya sekitar 150 rupee atau sekitar Rp18 ribu rupiah saja. Kalau Anda berani mendatangi tempat makan lokal di area yang jauh dari tempat turis, sepiring momo hanya dibanderol 90 rupee atau Rp11 ribu saja.

Kamar hotel nyaman seperti ini tarifnya USD16 saja
Biaya akomodasi juga bisa sangat dihemat saat Anda berkunjung ke Nepal. Kota besar seperti Kathmandu memang menawarkan banyak pilihan hotel-hotel berbintang dengan tarif ratusan dollar per malam. Tapi wisatawan bujet tak perlu khawatir, akomodasi bertarif hemat juga tak kalah banyaknya. Kawasan Thamel di Kathmandu bisa dijadikan tujuan karena di sini ada banyak akomodasi bertarif murah.

Kawasan Thamel ini mirip-mirip Khaosan Road di Bangkok, terkenal sebagai area backpacker di Kathmandu. Saya sempat menginap di sebuah hostel di kawasan Thamel ini dengan membayar 400 rupee, atau sekitar Rp50 ribu per malam untuk kamar tipe dormitory. Meski bertarif murah, fasilitasnya tidak mengecewakan. Kamarnya cukup bersih, tersedia wifi yang kencang serta kamar mandi dengan air hangat.

Sekembali dari kegiatan trekking, saya memutuskan menginap di kamar privat di hotel yang agak bagus. Dengan membayar USD16 per malam, saya mendapatkan fasilitas kamar nyaman ber-AC, kamar mandi dengan air hangat, TV satelit, serta wifi yang lumayan kencang. Saya juga mendapat makan pagi gratis dengan menu yang cukup variatif. Pilihannya ada roti, sosis, telur, salad, serta corn flakes. Jus, susu dan kopi juga tersedia sebagai pilihan minumannya. Melihat fasilitas yang saya dapatkan, harga yang saya bayar itu bisa dibilang sangat murah.

Dormitory bertarif USD4 di Pokhara. Murah nian....
Keliling kota Kathmandu juga tak perlu biaya mahal. Kalau Anda tipe petualang, silahkan menjajal bus kota yang tarifnya super murah, yakni 20 rupee saja untuk sekali jalan, atau sekitar Rp2500 saja. Banyak tempat menarik di Kathmandu sebenarnya bisa dijangkau dengan berjalan kaki saja dari Thamel. Tapi beberapa tempat menarik lainnya seperti Boudhanath Stupa dan Bakhtapur bisa dicapai dengan angkutan umum. Bahasa Inggris sangat umum digunakan di Nepal, jadi orang-orang yang Anda temui di jalan bisa memberi bantuan kalau Anda kesulitan menemukan rute bus yang dimaksud.

Pos pengeluaran lainnya yang cukup besar biasanya adalah biaya tiket masuk objek wisata. Kalau tidak hati-hati, pos pengeluaran ini bisa sangat menguras isi kantong Anda. Tiket objek wisata di Nepal tergolong mahal, jadi Anda perlu memilih tempat-tempat paling menarik saja untuk dikunjungi. Sebagai contoh, tiket masuk ke kota kuno Bahktapur dipatok sebesar 1500 rupee atau sekitar Rp180 ribu. Sedangkan untuk masuk ke kawasan Durbar Square, tiketnya seharga 750 rupee atau sekitar Rp90 ribu.

Baca juga:
Kiat Trekking di Nepal dengan Biaya Irit
Mencicipi Makanan Kaki Lima di Bangkok
Begini Cara Mencari Akomodasi Murah di Iran

Seberapa Murah Biaya Jalan-jalan di Nepal?

Dalam berbagai survei, Nepal sering masuk dalam jajaran destinasi berbiaya murah di Asia. Negeri di kaki Himalaya ini menawarkan banyak atraksi menarik, seperti trekking, wisata sejarah dan kuliner tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam. Murahnya biaya jalan-jalan di Nepal ini saya buktikan sendiri dalam perjalanan ala backpacker selama 3 minggu.

Menyebut Nepal, banyak orang langsung membayangkan kegiatan trekking. Ya, negeri ini adalah surganya para pendaki gunung. Bayangkan, 8 dari 10 puncak tertinggi di dunia ada di Nepal! Tapi yang membuatnya lebih menarik, kegiatan trekking di Nepal bisa dilakukan dengan biaya yang relatif murah. Coba, di mana lagi Anda bisa trekking di rute kelas wahid dengan biaya murah selain di Nepal?

Sebagai pelancong irit alias backpacker, tentu saja saya tak melewatkan kegiatan trekking berbiaya murah ini. Dari sekian banyak rute trekking menarik yang ditawarkan di Nepal, pilihan saya jatuh pada Annapurna Base Camp atau lebih populer disebut sebagai ABC trek. Alasannya, karena waktu yang dibutuhkan hanya 7 hari, serta bisa dilakukan tanpa porter dan pemandu sehingga biayanya menjadi lebih murah.

Nepal terkenal sebagai tujuan wisata trekking kelas wahid
Karena memilih trekking tanpa porter dan pemandu, ongkos yang saya keluarkan sebagian besar dialokasikan untuk akomodasi dan makan. Saat menjelajahi rute ABC trek, kita tak perlu repot-repot membawa tenda sendiri untuk tidur karena di sepanjang perjalanan akan ditemui desa-desa yang menawarkan akomodasi sederhana. Tarifnya bisa dibilang luar biasa murah untuk ukuran rute trekking sekelas ABC trek. Kita cukup membayar 150 rupee atau sekitar Rp19 ribu rupiah saja per malam untuk tiap orang.

Meski tarifnya murah, kamarnya cukup bersih dan nyaman. Kasur empuk dan selimut hangat jadi tempat yang ideal untuk beristirahat setelah seharian berjalan kaki. Tapi tentu saja minus fasilitas mewah seperti AC dan televisi. Anda biasanya juga diharuskan membayar biaya tambahan kalau ingin menggunakan kamar mandi dengan fasilitas air hangat.

Tertarik dengan trekking berbiaya murah di Nepal? Baca artikel lainnya Trekking di Nepal dengan Biaya Irit. Seluk-beluk trekking di Nepal untuk pelancong hemat saya bahas tuntas di artikel itu.

Bagaimana dengan biaya makan? Teman-teman saya yang pernah ke India banyak yang bilang bahwa harga makanan di Nepal lebih mahal dari India. Saya sendiri belum pernah ke India jadi belum bisa membuktikannya. Namun ini bisa dipahami karena letak Nepal cukup terpencil dan tak memiliki wilayah pantai. Barang-barang yang diimpor harus melalui India, lalu harus diangkut lewat jalur darat dengan jarak yang jauh pula.

Menu sarapan pagi ala Nepal
Meski begitu, harga makanan di Nepal masih cukup terjangkau untuk ukuran kantong sebagian besar orang Indonesia. Di restoran untuk turis di kawasan Thamel, Kathmandu misalnya, harga sepiring nasi biriyani dibanderol 80 rupee saja atau sekitar Rp10 ribu rupiah. Sebagai teman bersantap nasi biriyani, kita bisa memesan kari ikan atau kari ayam seharga 150 rupee atau sekitar Rp18 ribu yang bisa dimakan berdua.

Ingin mencoba makanan khas Nepal? Anda harus mencoba momo, yakni pangsit yang direbus atau digoreng, dengan isi sayuran, daging kambing atau daging kerbau. Momo ini banyak sekali dijual, mulai dari warung di pinggir jalan, sampai restoran kelas atas di hotel-hotel berbintang. Di restoran-restoran di kawasan Thamel, Kathmandu, seporsi momo isi sayuran kisaran harganya sekitar 150 rupee atau sekitar Rp18 ribu rupiah saja. Kalau Anda berani mendatangi tempat makan lokal di area yang jauh dari tempat turis, sepiring momo hanya dibanderol 90 rupee atau Rp11 ribu saja.

Kamar hotel nyaman seperti ini tarifnya USD16 saja
Biaya akomodasi juga bisa sangat dihemat saat Anda berkunjung ke Nepal. Kota besar seperti Kathmandu memang menawarkan banyak pilihan hotel-hotel berbintang dengan tarif ratusan dollar per malam. Tapi wisatawan bujet tak perlu khawatir, akomodasi bertarif hemat juga tak kalah banyaknya. Kawasan Thamel di Kathmandu bisa dijadikan tujuan karena di sini ada banyak akomodasi bertarif murah.

Kawasan Thamel ini mirip-mirip Khaosan Road di Bangkok, terkenal sebagai area backpacker di Kathmandu. Saya sempat menginap di sebuah hostel di kawasan Thamel ini dengan membayar 400 rupee, atau sekitar Rp50 ribu per malam untuk kamar tipe dormitory. Meski bertarif murah, fasilitasnya tidak mengecewakan. Kamarnya cukup bersih, tersedia wifi yang kencang serta kamar mandi dengan air hangat.

Sekembali dari kegiatan trekking, saya memutuskan menginap di kamar privat di hotel yang agak bagus. Dengan membayar USD16 per malam, saya mendapatkan fasilitas kamar nyaman ber-AC, kamar mandi dengan air hangat, TV satelit, serta wifi yang lumayan kencang. Saya juga mendapat makan pagi gratis dengan menu yang cukup variatif. Pilihannya ada roti, sosis, telur, salad, serta corn flakes. Jus, susu dan kopi juga tersedia sebagai pilihan minumannya. Melihat fasilitas yang saya dapatkan, harga yang saya bayar itu bisa dibilang sangat murah.

Dormitory bertarif USD4 di Pokhara. Murah nian....
Keliling kota Kathmandu juga tak perlu biaya mahal. Kalau Anda tipe petualang, silahkan menjajal bus kota yang tarifnya super murah, yakni 20 rupee saja untuk sekali jalan, atau sekitar Rp2500 saja. Banyak tempat menarik di Kathmandu sebenarnya bisa dijangkau dengan berjalan kaki saja dari Thamel. Tapi beberapa tempat menarik lainnya seperti Boudhanath Stupa dan Bakhtapur bisa dicapai dengan angkutan umum. Bahasa Inggris sangat umum digunakan di Nepal, jadi orang-orang yang Anda temui di jalan bisa memberi bantuan kalau Anda kesulitan menemukan rute bus yang dimaksud.

Pos pengeluaran lainnya yang cukup besar biasanya adalah biaya tiket masuk objek wisata. Kalau tidak hati-hati, pos pengeluaran ini bisa sangat menguras isi kantong Anda. Tiket objek wisata di Nepal tergolong mahal, jadi Anda perlu memilih tempat-tempat paling menarik saja untuk dikunjungi. Sebagai contoh, tiket masuk ke kota kuno Bahktapur dipatok sebesar 1500 rupee atau sekitar Rp180 ribu. Sedangkan untuk masuk ke kawasan Durbar Square, tiketnya seharga 750 rupee atau sekitar Rp90 ribu.

Baca juga:
Kiat Trekking di Nepal dengan Biaya Irit
Mencicipi Makanan Kaki Lima di Bangkok
Begini Cara Mencari Akomodasi Murah di Iran

23 komentar:

  1. Mas, kalau di airportnya sendiri gmn? Ribet nggak ngurusin visa dlsbnya? Boleh saya hub via email atau WA?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gampang, tinggal isi form terus bayar di loket menggunakan USD.Kontak lewat fb ya.

      Hapus
  2. Mas untuk nepal total budget berapa ya? Untuk muslimah aman ga kesna? Oiya harus pake visa kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bujet gaya backpacking sekitar usd20-25 per hari. Nepal aman, visanya voa.

      Hapus
  3. manarik, jadi pengen ke sana 2018 nanti, thanks sharing nya pak

    BalasHapus
  4. infonya menarik, kebetulan mau jalan ke luar dan ini sebuah pencerahan, bisa intip itinerary nya mas? jika berkenan contact saya di [email protected]
    Terima kasih sekali sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya jalan2 ke Nepal gak pakai itinerary 😂. Tapi kalau butuh itu, tinggal cari di google, banyak.

      Hapus
  5. Mas untuk tikwt pulangnya dari Kathmandu paling murah brp ya? Soalnya berangkat nya murah tapi pulang mahal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penerbangan ke kathmandu memang gak banyak, harga bisa cek langsung di situs maskapai.Mungkin bisa coba lewat ke India dulu yg banyak pilihan tiket murahnya.

      Hapus
  6. kalo dari india ke kathmandu enakan lewat jalur darat apa udara ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau waktunya pendek, lebih baik lewat udara.

      Hapus
  7. Sama nih. Saya juga berangkat cuma satu jutaan pas pulang kena 3juta lebih

    BalasHapus
  8. Kalau ke poon hill harus pakai guide ga mas? Oktober saya ada rencana kesana, tapi hanya short trip, seminggu aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggak harus pakai guide, tapi tetap harus pakai izin trekking.

      Hapus
  9. Wow menarik sekali, Nepal menjadi daya tarik yang luar biasa. Tiket pesawat berburu yang lebih hemat juga cocoknya yah bang.

    BalasHapus
  10. Halo, Mas. Saya rencananya November ini mau ke Nepal. Kepingin trekking ABC Trek. Hanya saja saya bukan pendaki gunung. Umurnya saya sudah 47 sih :) Tapi fisik saya cukup bagus dan semangat. Menurut Mas kira-kira OK tidak ya? Masih suka backpack....
    Thank you ya....

    BalasHapus
  11. thanks gan inponya boleh minta email sekalian mau tanya tanya hehe

    BalasHapus
  12. jadi pengen buuaannggeett pergi jalan" ke Nepal. Nepal oh Nepal

    BalasHapus
  13. Izin trekking na itu apa aja dan biaya nya brp mas ?rencanaya 2019 saya ke sna sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca2 artikel lainnya ya di blog ini, semuanya udah dibahas.

      Hapus

Punya pertanyaan atau komentar? Tuliskan di sini...