30 June 2017

Rp 3 Jutaan Bisa ke Georgia, Begini Caranya....


Tertarik ke Georgia, tapi terkendala harga tiketnya yang mahal? Tahukah Anda, dengan menggunakan maskapai bujet, tiket ke Georgia bisa didapat dengan harga Rp 3 jutaan saja. Trik ini bisa juga dipakai untuk mendapatkan tiket murah ke Turki, Azerbaijan, Rusia, serta destinasi lainnya di Eropa. Penasaran? Begini seluk-beluk untuk mendapatkannya.

Kalau punya bujet banyak, Georgia dengan mudah bisa dicapai menggunakan maskapai-maskapai besar Timur Tengah seperti Qatar Airways, Etihad dan Turkish Airlines. Tetapi, harga yang dibanderol maskapai-maskapai tersebut lumayan mahal untuk ukuran kantong backpacker. Ongkosnya hampir sama dengan tiket ke Eropa Barat. Ini bisa dimaklumi karena jarak Georgia itu lumayan jauh dari Indonesia, jadi wajar kalau harganya mahal.

Gelati Monastery, Kutaisi, Georgia
Namun, buat yang punya bujet tipis, ada cara lain untuk menghemat ongkos tiket. Sekarang, maskapai bujet murah Air Asia punya rute penerbangan Kuala Lumpur-Tehran. Nah, rute inilah yang dipakai sebagai penerbangan awal, lalu disambung penerbangan maskapai bujet murah lainnya menuju Georgia. Ya, cara ini mensyaratkan Anda harus transit di Iran.

Pemegang paspor RI bisa dapat fasilitas visa on arrival untuk masuk ke Iran. Biayanya 45 Euro, ditambah ongkos asuransi sebesar USD 18. Tapi kalau cuma sekadar transit maksimal 12 jam, Anda tak perlu membayar biaya visa on arival yang mahal itu. Inilah trik jitunya yang belum banyak orang tahu! Lalu bagaimana prosesnya supaya bisa transit tanpa visa di Iran? Mari dilanjutkan membacanya.

Informasi lewat situs-situs resmi pemerintah Iran tak pernah menyebutkan soal transit tanpa visa ini. Saya sendiri hanya tahu dari mulut ke mulut, lewat orang yang sudah pernah melakukannya. Hasil menjelajah dunia maya memperkuat informasi ini, membuat saya tambah mantap untuk mencobanya. Perkembangan informasi soal transit tanpa visa di Iran ini bisa diikuti melalui forum Tripadvisor di sini dan di sini

Sistem transit tanpa visa yang diterapkan di bandara Imam Khomeini Tehran tergolong unik, dan belum pernah saya dengar diterapkan di bandara lainnya. Jadi, setiba di bandara Imam Khomeini, kita tinggal menghubungi petugas konter transit yang terletak di depan konter visa on arrival. Kita lalu diminta menyerahkan paspor serta tiket penerbangan lanjutan. Setelah itu, si petugas akan mengambil bagasi serta melakukan check-in untuk penerbangan lanjutan kita. Dalam proses ini, paspor kita juga tak akan diberi cap.

Penumpang transit di bandara Imam Khomeini
Prosesnya terdengar sederhana, namun praktiknya tidak selalu berlangsung mulus. Saat check-in di konter Air Asia di bandara Kuala Lumpur, petugas sempat bilang pada saya bahwa sistem transit tanpa visa itu sudah dihentikan. Jadi, saya diharuskan membayar visa on arrival sebesar 45 Euro. Proses check-in waktu itu jadi agak lama karena petugas perlu menjelaskan pada semua penumpang soal biaya visa on arrival berdasarkan paspor yang dipegang. Bahkan ada penumpang yang disuruh menunjukkan uang tunai sejumlah biaya visa tersebut. Saat boarding, penumpang perempuan juga diminta memperlihatkan kerudungnya. Lumayan ribet memang prosesnya, tapi penerbangan ke Tehran hari itu berlangsung lancar.

Saat pesawat hendak mendarat di bandara Imam Khomeini, pilot mengumumkan bahwa penumpang transit diminta menghubungi konter transit yang sudah disediakan. Mengherankan sekali, informasi petugas check-in berbeda dengan pengumuman dari pilot. Lalu mana yang benar? Ternyata, sistem transit tanpa visa itu masih berlaku sampai hari ini! Terus kenapa petugas check-in Air Asia jadi sangat repot menjelaskan biaya visa on arrival ke semua penumpang? Ya, silahkan tanya mereka, he he….

Sesampai di area kedatangan bandara Imam Khomeini, ternyata sudah ada petugas yang menunggu penumpang transit. Kita lalu dikumpulkan, dan tak lupa si petugas menjelaskan proses transit ini bebas biaya alias gratis. Yay gratis….! Saya agak kaget juga, ternyata ada lumayan banyak penumpang transit dari penerbangan Air Asia waktu itu. Jumlahnya ada sekitar 50 orang, kebanyakan berpenampilan seperti backpacker.

Sekitar separuh dari jumlah penumpang transit itu meneruskan penerbangan ke Istanbul menggunakan Pegasus Airlines yang berangkat pukul 5 pagi. Separuhnya lagi menggunakan Azerbaijan Airlines yang berangkat pukul 3 pagi. Saya sendiri masuk kelompok yang menggunakan Azerbaijan Airlines.

Panorama kota Batumi yang terletak di tepi Laut Hitam
Hal yang bikin sport jantung, proses check-in baru selesai 30 menit sebelum waktu terbang. Buru-buru saya masuk ke area keberangkatan karena takut ketinggalan pesawat. Menurut saya, proses check-in berlangsung kurang efisien. Petugas datang memberikan boarding pass satu-satu, tidak sekaligus untuk semua penumpang transit. Untungnya saya dapat boarding pass paling awal, sementara yang lainnya nampak resah karena nama mereka tak kunjung dipanggil.

Gara-gara ada banyak penumpang transit, penerbangan Azerbaijan Airlines menuju Baku hari itu harus ditunda sekitar 30 menit. Begitu semua penumpang transit naik, pesawat pun langsung berangkat.

Banyak testimoni yang saya baca di Tripadvisor merasa puas dengan layanan transit tanpa visa di bandara Imam Khomeini. Namun, ada beberapa yang kecewa karena kehilangan bagasi. Drama kehilangan bagasi ini juga dialami oleh blogger Arief Rahman yang kebetulan sempat bertemu saya di Armenia. Soal cerita kehilangan bagasinya ini bisa di baca di blognya di sini.

Menurut saya, sistem transit tanpa visa di bandara Imam khomeini memang kurang efektif. Bayangkan kalau ada banyak penumpang transit dan petugasnya harus mengurus semua proses pengambilan bagasi serta check-in, pasti repot sekali. Kalau petugasnya tidak teliti, penumpang bisa-bisa kehilangan bagasi. Faktor ini agaknya perlu dipikirkan sebelum Anda transit di Tehran. Cara satu-satunya untuk menghindari kehilangan bagasi adalah tidak membawa bagasi seperti yang saya lakukan.

Ke depan, pemerintah Iran perlu memikirkan sistem yang lebih baik, misalnya dengan memberi visa transit atau mengeluarkan visa yang bisa dipakai masuk dua kali (double entry visa). Dengan cara ini, penumpang transit bisa mengambil bagasinya sendiri, lalu melakukan proses check-in secara mandiri. Kalau ini bisa dilakukan, pasti resiko kehilangan bagasi jadi kecil.

Chalaadi Glacier di Svaneti, Georgia
Menurut saya, Tehran punya potensi besar untuk jadi hub maskapai bujet murah. Maskapai-maskapai bujet murah yang terkenal seperti Air Asia, Air Arabia, Pegasus, Atlas Global, Aegean Airlines dan Azerbaijan Airlines, semuanya memiliki penerbangan ke Tehran. Kalau Tehran bisa mereposisi dirinya jadi hub bagi budget traveler, pasti berdampak positif untuk memajukan bisnis pariwisata Iran.

Transit tanpa visa di bandara Tehran barangkali bikin deg-degan bagi yang pertama kali melakukannya. Namun sejauh ini saya belum pernah dengar ada penumpang yang sampai gagal naik ke penerbangan lanjutan. Kalau yang kehilangan bagasi memang ada. Jadi supaya aman, lebih baik tak membawa bagasi sampai bandara Imam Khomeini memberlakukan sistem transit yang lebih baik.

Harga promo Air Asia rute KL-Tehran
Lalu, seberapa banyak uang yang bisa dihemat menggunakan maskapai bujet murah dengan transit di Tehran ini? Sebagai perbandingan, tiket Jakarta-Tbilisi menggunakan maskapai layanan penuh rata-rata dibanderol seharga Rp 10 juta. Kalau naik Air Asia tujuan Tehran, lalu disambung naik Azerbaijan Airlines menuju Tbilisi, harga promonya hanya Rp 3 jutaan saja.

Seperti kita ketahui, maskapai Air Asia lumayan sering menggelar promo. Memang tak semua rute diberi diskon gila-gilaan. Untungnya, rute Kuala Lumpur-Tehran selalu dimasukkan dalam program promosi. Dalam promo terakhir, tiket Kuala Lumpur-Tehran pulang pergi dibanderol USD 160 saja, atau sekitar Rp 2 juta. Mengingat panjangnya penerbangan ini, harga yang diberikan tergolong luar biasa murah.

Untuk penerbangan lanjutan dari Tehran ke Tbilisi, sebenarnya ada beberapa pilihan. Maskapai bujet murah yang melayani rute ini antara lain Georgian Airways (penerbangan langsung), Pegasus, Atlas Global dan Azerbaijan Airlines. Dari hasil pengamatan saya selama beberapa bulan, ternyata harga yang paling murah selalu Azerbaijan Airlines. Saya sendiri berhasil mendapatkan tiket Tehran-Tbilisi pulang pergi seharga 90 Euro, atau hanya Rp 1 jutaan saja! Saya membelinya sekitar 4 bulan sebelum tanggal keberangkatan.

Nah, cara yang sama juga bisa diterapkan untuk destinasi lainnya. Saya pernah lihat, harga tiket Tehran-Moscow pulang pergi dengan Azerbaijan Airlines hanya dibanderol seratusan Euro saja. Untuk rute ke Eropa Barat, Aegean Airlines bisa jadi andalan. Harganya tentu saja jauh lebih murah dari tiket Emirates atau Qatar Airways. Bagi yang mau melipir ke Turki, silahkan naik Pegasus. Tiket Tehran-Istanbul harga promonya mulai USD 30 sekali jalan.

Tertarik mencoba cara ini, atau Anda sudah pernah melakukannya? Tuliskan pengalaman Anda di kolom komentar, siapa tahu bisa membantu yang ingin mencobanya! Catatan juga, waktu keberangkatan pesawat dari Tehran mungkin ada perubahan. Perjalanan ini saya lakukan pada awal Mei 2017. Untuk mengetahui jadwal terbaru, bisa cek di situs Skyscanner, Expedia, dan lainnya.

Baca juga:
Jangan Lihat Upacara Kremasi di Nepal Kalau Lemah Hati
Hal-hal yang Wajib Dimengerti Sebelum Bertandang ke Iran
Repotnya Memesan Akomodasi di Iran

2 comments:

  1. Mas hairun saya akan naik azerbaijan airlines dari georgia ke baku dan dari baku ke tehran saya pesan tanpa bagasi, apakah boleh bawa koper ukuran sedang ke cabin pesawat?? mohn infonya terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak masalah asal enggak terlalu gede. Saya bawa ransel 12 kilo lolos-lolos aja.😂

      Delete