2 September 2018

Kiat Backpacking Modal Cekak ke Ladakh


Bisakah jalan-jalan ke Ladakh dengan bujet hemat? Pertanyaan ini sering sekali diajukan pada saya. Maklumlah, berkunjung ke destinasi terpencil nan eksotis seperti Ladakh terkesan butuh biaya besar. Tapi bagi pelancong irit, selalu ada seribu jalan untuk menghemat ongkos. Nah, simak beberapa kiat saya berikut ini supaya perjalanan ke Ladakh tak bikin kantong bolong.

Berkunjunglah Saat Musim Panas
Kok, saya malah menyarankan berkunjung di musim panas yang notabene musim ramai turis di Ladakh? Saya punya beberapa alasan. Pertimbangan pertama adalah jalur darat menuju Ladakh hanya dibuka saat musim panas, yakni sekitar April-September. Di musim dingin, Ladakh hanya bisa dijangkau menggunakan pesawat udara. Selain itu, sebagian besar penginapan, agen wisata, dan restoran juga hanya beroperasi saat musim panas. Jadi wisatawan punya lebih banyak pilihan sehingga bisa memilih yang paling murah.

Musim dingin di Ladakh sangat ekstrem, suhunya mencapai -15 derajat celcius. Tak pelak, pelancong harus menyiapkan pakaian khusus musim dingin yang harganya tak murah. Buat backpacker yang punya bujet terbatas, hal ini tentu saja sangat memberatkan. Kalau berkunjung saat musim panas, kita cukup membawa jaket gunung biasa yang mudah didapatkan di Indonesia.

Kondisi jalan di Ladakh juga lebih aman dan stabil saat musim panas. Harga tiket pesawat di musim dingin memang cukup murah. Tapi ini adalah pilihan yang sangat beresiko karena penerbangan ke Leh sering dibatalkan akibat kondisi musim dingin yang ekstrem. Pendek kata, merencanakan perjalanan ke Ladakh akan jauh lebih mudah jika dilakukan saat musim panas.


Hindari Memesan Tur Lewat Internet
Melihat harga paket tur yang dibanderol agen wisata di internet barangkali bakal membuat Anda urung mengunjungi Ladakh. Saya kira ini juga yang membuat ongkos perjalanan ke Ladakh terkesan sangat mahal. Padahal, biaya yang dibayar sebagian besar turis sebenarnya tak semahal itu.

Lagi-lagi, ini pentingnya berkunjung saat musim panas. Ada banyak sekali agen wisata yang yang buka di musim panas, jadi Anda tak perlu repot-repot memesan tur lewat internet. Paket tur yang umum seperti ke Pangong Tso dan Nubra Valley banyak sekali ditawarkan. Kalau mau sewa taksi sendiri juga banyak tersedia.

Reservasi Hostel Jauh-jauh Hari
Kota Leh yang jadi episentrum wisatawan di Ladakh menyediakan banyak sekali pilihan akomodasi. Mau menginap di hotel butik yang mewah ataupun hostel sederhana, semuanya tersedia. Tapi, hostel-hostel favorit di Leh biasanya selalu penuh saat musim panas, jadi kita perlu memesan jauh-jauh hari. Hostel-hostel yang kondang ini antara Lain Hostelavie, Raybo Hostel, Zostel dan Rover’s Den.

Tak salah kalau hostel-hostel ini jadi favorit karena kualitasnya cukup bagus dengan harga yang terjangkau pula. Tapi kalau Anda tak sempat memesan akomodasi, bisa langsung datang saja ke area main bazaar Leh. Di sana ada banyak orang-orang yang menawarkan akomodasi yang tidak terdaftar di situs reservasi. Sebelum membayar, lihat dulu kamarnya supaya nantinya tidak kecewa.

Buat pelancong irit yang tak keberatan menginap di dormitory, saya merekomendasikan Hostelavie. Lokasinya agak di pinggiran kota, tapi masih bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari terminal bus Leh. Di sekitar Hostelavie juga ada banyak tempat makan orang lokal yang harganya lebih murah dibanding restoran-restoran turis di sekitar main bazaar.

Cari Teman Buat Patungan Taksi
Makin ramai penghuni sebuah hostel, maka makin gampang mencari teman untuk patungan menyewa taksi. Itu pula sebabnya mengapa saya menyarankan menginap di hostel yang populer. Terlebih buat solo backpacker, tinggal di hostel yang banyak penghuninya akan sangat membantu mendapatkan partner perjalanan. Kalau punya teman minimal 5 orang, biaya sewa taksi bakal lebih murah dibanding ongkos tur yang banyak ditawarkan agen wisata di Leh.

Perhatikan situasi hostel, kalau lihat ada yang backpacking sendirian, kemungkinan besar dia mau diajak. Kalau bisa dekati backpacker asal India karena banyak keuntungan jalan bareng orang lokal. Asal tahu saja, Ladakh juga sangat populer di kalangan backpacker lokal. Mereka seperti pemandu gratis yang memberi banyak pengetahuan tentang kehidupan warga lokal. Mereka juga piawai menawar supaya kita dapat harga lokal yang lebih murah!


Gunakan Transportasi Umum
Bujet Anda super cekak, sampai-sampai tak mampu membayar sewa taksi? Oh, jangan menyerah untuk menjelajahi Ladakh! Naik transportasi umum agaknya bakal jadi pilihan tepat untuk Anda. Meskipun transportasi umum di Ladakh masih terbatas, kalau direncanakan dengan baik masih mungkin dilakukan. Tempat yang populer seperti Nubra Valley, Pangong Tso, Thiksey Monastery, semuanya bisa dijangkau dengan bus umum.

Saya sendiri juga menggunakan transportasi bus dari Srinagar menuju Leh, serta Leh menuju Manali. Untuk tur di kawasan Ladakh saya lebih memilih menggunakan taksi karena ada banyak tempat-tempat menarik di sepanjang perjalanan. Kita tak mungkin bisa minta berhenti kalau naik bus. Tapi menggunakan bus akan menekan pengeluaran Anda secara ekstrem. Sebagai perbandingan, biaya tur ke Pangong Tso dipatok sekitar 2100 Rupee per orang. Sedangkan kalau menggunakan bus, Anda hanya perlu membayar tiket sebesar 540 Rupee saja.

Untuk membantu Anda merencanakan perjalanan ke Ladakh, baca artikel Tip Merencanakan Perjalanan ke Ladakh. Pada artikel tersebut saya juga mencantumkan saran rencana perjalanan serta panduan menggunakan transportasi umum di Ladakh.

Saya juga menggunakan transportasi umum bus untuk menjelajahi Ladakh

Fokus di Ladakh Saja
India punya banyak sekali tempat-tempat menarik, sehingga backpacker pemula seringkali bingung merencanakan perjalanannya. Saya sempat bertemu dengan backpacker asal Indonesia yang rutenya perjalanannya lompat-lompat, menyinggahi banyak tempat dalam waktu sangat terbatas.

Bayangkan, dalam waktu 12 hari dia harus naik kereta dari Delhi ke Mumbai, lalu menyinggahi Goa, kemudian kembali lagi ke Delhi dengan kereta. Terus dari Delhi menuju Varanasi, dan balik lagi ke Delhi untuk meneruskan perjalanan dengan bus ke Srinagar! Kelihatan sekali, rutenya tidak direncanakan dengan cermat. Alhasil, dia jadi capek sendiri karena menghabiskan banyak waktu di jalan.

Percayalah, fokus di tempat tertentu bakal membuat perjalanan lebih mengesankan. Ongkos juga bisa dihemat karena kita membatasi perpindahan. Buat apa pergi ke banyak tempat kalau cuma numpang lewat, jeprat-jepret sebentar, lalu langsung pergi. Tipe begini memang banyak, mungkin mereka mau membuat sebanyak mungkin foto Instagram. Tapi, masa jalan-jalan yang menghabiskan banyak uang hanya demi postingan Instragram?

Baca juga artikel menarik lainnya tentang India:
Cara Mendapatkan Visa India Secara Gratis
Menjajal Rute Trekking di India
Apa yang Menarik di Ladakh?
Tip Merencanakan Perjalanan ke Ladakh

0 comments:

Posting Komentar