Beranda

    Social Items

Salah satu keistimewaan rute trekking Annapurna Base Camp atau lazim disingkat ABC adalah variasinya. Durasi dan rutenya bisa diutak-atik sesuka hati. Bagi yang punya waktu panjang, jalur pendakian ini bisa digabung dengan trekking ke Poon Hill. Tapi pastikan Anda punya waktu minimal 10 hari kalau memilih opsi ini. Kebanyakan pendaki biasanya mengawali trekking ke ABC lewat Nayapul, namun sebenarnya ada pilihan lain dengan memulainya melalui Phedi. Rute ini juga mensyaratkan durasi yang lebih panjang, yakni minimal 8 hari.

Saya memilih rute yang paling singkat, yakni memulainya dari Nayapul lewat Siwai, lalu turun dengan rute yang persis sama. Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh rute ini minimal tujuh hari. Banyak juga yang menyelesaikannya dalam enam hari saja, tapi itu sangat tidak dianjurkan untuk pendaki pemula. Tapi soal durasi waktu ini sebenarnya tak ada batasan maksimal, jadi kalau mau santai bisa saja dilakukan dalam 10 hari. Orang-orang yang sudah berusia 50 tahun ke atas atau mereka yang trekking bersama anggota keluarga yang masih remaja, biasanya meluangkan waktu yang lebih panjang dari pendaki kebanyakan.

Peta jalur trekking ABC yang saya tempuh


Kalau masih bingung menentukan rute trekking ABC yang mau dipilih, mungkin Anda bisa menyontek rute dan jadwal perjalanan saya berikut ini.

Hari Pertama: Nayapul-Kyumi

Di hari pertama ini perjalanan diawali dengan menumpang bus dari Pokhara menuju Nayapul yang jadi titik permulaan rute pendakian. Perjalanan dengan bus ini memakan waktu sekitar 2-2,5 jam, bisa lebih cepat kalau Anda menyewa jeep dari Pokhara. Sampai di Nayapul, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Kyumi yang memakan waktu sekitar 6-7 jam. Medan perjalanannya cukup enteng, tak banyak jalur menanjak bahkan sebagian rute bisa diselesaikan dengan menumpang jeep.

Baca Juga: Seberapa Murah Biaya Backpacking ke Nepal?

 

Hari Kedua: Kyumi-Chomrong

Buat saya ini adalah hari yang terberat. Di hari kedua ini pos-pos yang dilewati masih berada di ketinggian di bawah 2500 meter, jadi belum ada resiko terkena altitude sickness. Tapi medan yang harus dilewati sangat menantang bagi pendaki pemula. Setelah kita melewati New Bridge, jalur setapak yang harus dilalui melulu anak tangga batu yang seperti tak ada habis-habisnya. Bayangkanlah kalau kita harus naik anak tangga curam selama berjam-jam, begitulah rasanya. Perjalanan dari Kyumi menuju Chomrong memakan waktu 6-7 jam.

 

Hari Ketiga: Chomrong-Dovan

Terasa lebih enteng dari hari kedua, meski pendaki masih perlu menaiki anak tangga batu yang lumayan curam. Daerah yang dilewati pada hari ketiga ini juga menawarkan pemandangan yang menarik, khususnya jalur dari Chomrong menuju Sinuwa. Setelah melewati Sinuwa, medannya relatif tidak banyak tanjakan. Di Bagian ini kita akan melewati hutan lebat yang mungkin terkesan angker bagi sebagian orang.

Hari Keempat: Dovan-MBC

Ini adalah hari yang paling penting bagi para pendaki karena akan menentukan apakah kita bisa mencapai Annapurna Base Camp sesuai jadwal yang disusun sebelumnya. Pada hari ini pendaki akan melewati pos Deurali yang berada di ketinggian 3100 meter. Gejala altitude sickness biasanya akan muncul setelah pendaki berada di ketinggian 3000 meter, jadi semua pendaki perlu ekstra hati-hati. Kalau sudah muncul gejala altitude sickness, jangan sekali-sekali melanjutkan pendakian ke titik yang lebih tinggi karena resikonya bisa sangat fatal!

Selain ancaman altitude sickness, jalur pendakian atara Deurali sampai MBC juga rawan longsor. Jadi sangat tidak dianjurkan melakukan pendakian seorang diri di wilayah ini. Bagi yang trekking sendirian, sebaiknya langsung bergabung dengan grup yang lewat untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan. Pendakian di hari keempat ini diakhiri di MBC yang berada di ketinggian 3700 meter.

 

Hari Kelima: MBC-ABC-Bambo

Ini adalah hari yang paling istimewa karena kalau semuanya berjalan sesuai rencana, kita akan menginjakkan kaki ke Annapurna Base Camp yang menjadi tujuan akhir pendakian. Untuk menikmati golden sunrise di ABC, pendaki biasanya sudah meninggalkan MBC sejak pukul empat pagi. Begitu fajar menyingsing, kita sudah berada di ABC yang terletak di ketinggian 4100 meter.

Untuk mengurangi resiko altitude sickness, saya tidak berlama-lama di ABC, tapi langsung turun di hari itu juga sampai ke Bambo. Perjalanan di hari kelima ini memakan waktu paling lama. Saya memulainya pukul lima pagi dari MBC untuk naik ke ABC. Lalu dari ABC turun sampai ke Bambo yang bisa dicapai pukul empat sore. Hari terlama berjalan kaki tapi puas karena sudah berhasil mencapai ABC.

Baca Juga: Jangan Lihat Upacara Kremasi di Nepal Kalau Lemah Hati

Hari Keenam: Bambo-Jhinu

Ini adalah hari pendakian yang paling enteng karena hanya memakan waktu empat jam saja. Di hari ke-6 ini saya sudah bisa santai di Jhinu pukul satu siang. Meski masih ada waktu untuk melanjutkan perjalanan, saya memutuskan menginap di Jhinu untuk menikmati pemandian air panasnya yang kesohor itu. Penginapan di desa Jhinu juga sangat bagus, tak kalah dengan hostel-hostel di Pokhara.

Hari Ketujuh: Jhinu-Nayapul

Pada hari terakhir ini saya hanya berjalan kaki sampai ke Siwai. Dari Siwai, perjalanan ke Nayapul ditempuh dengan bus. Terus terang, awalnya saya sempat ragu menunpang bus itu karena khawatir dengan keamanannya. Bayangkan, di jalan tanah yang medannya turun naik itu kita harus naik bus tua yang mungkin sudah tak layak jalan. Tapi karena pendaki lainnya semuanya naik bus itu, akhirnya saya pun ikut saja.

Berdesak-desakan di bus dari Siwai ke Kathmandu
Seolah ingin menambah kehebohan goyangan bus, sopir bus memutar lagu India di sepanjang perjalanan. Saya yang tadinya takut malah jadi mau ketawa mendengar musik yang mengajak borjoget itu. Sudah begitu, penumpangnya juga sangat penuh, dan saya sendiri tak kebagian tempat duduk. Beberapa kali bus seperti mau terbalik saat melewati tanjakan. Tapi karena sudah dihibur dengan lagu India, penumpang malah tertawa-tawa, hahaha…

Pukul dua siang saya sudah sampai di Pokhara. Rasanya plong sekali karena sudah berhasil menyelesaikan rute trek Annapurna Base Camp tanpa kurang sesuatu apapun. Sekarang saya malah ketagihan dengan aktivitas trekking. Ada yang mau jadi teman saya untuk pendakian berikutnya?

Baca Juga: Menjajal Rute Trekking Singkat di India

Ini Rute Trekking di Nepal Versi Saya

Salah satu keistimewaan rute trekking Annapurna Base Camp atau lazim disingkat ABC adalah variasinya. Durasi dan rutenya bisa diutak-atik sesuka hati. Bagi yang punya waktu panjang, jalur pendakian ini bisa digabung dengan trekking ke Poon Hill. Tapi pastikan Anda punya waktu minimal 10 hari kalau memilih opsi ini. Kebanyakan pendaki biasanya mengawali trekking ke ABC lewat Nayapul, namun sebenarnya ada pilihan lain dengan memulainya melalui Phedi. Rute ini juga mensyaratkan durasi yang lebih panjang, yakni minimal 8 hari.

Saya memilih rute yang paling singkat, yakni memulainya dari Nayapul lewat Siwai, lalu turun dengan rute yang persis sama. Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh rute ini minimal tujuh hari. Banyak juga yang menyelesaikannya dalam enam hari saja, tapi itu sangat tidak dianjurkan untuk pendaki pemula. Tapi soal durasi waktu ini sebenarnya tak ada batasan maksimal, jadi kalau mau santai bisa saja dilakukan dalam 10 hari. Orang-orang yang sudah berusia 50 tahun ke atas atau mereka yang trekking bersama anggota keluarga yang masih remaja, biasanya meluangkan waktu yang lebih panjang dari pendaki kebanyakan.

Peta jalur trekking ABC yang saya tempuh


Kalau masih bingung menentukan rute trekking ABC yang mau dipilih, mungkin Anda bisa menyontek rute dan jadwal perjalanan saya berikut ini.

Hari Pertama: Nayapul-Kyumi

Di hari pertama ini perjalanan diawali dengan menumpang bus dari Pokhara menuju Nayapul yang jadi titik permulaan rute pendakian. Perjalanan dengan bus ini memakan waktu sekitar 2-2,5 jam, bisa lebih cepat kalau Anda menyewa jeep dari Pokhara. Sampai di Nayapul, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Kyumi yang memakan waktu sekitar 6-7 jam. Medan perjalanannya cukup enteng, tak banyak jalur menanjak bahkan sebagian rute bisa diselesaikan dengan menumpang jeep.

Baca Juga: Seberapa Murah Biaya Backpacking ke Nepal?

 

Hari Kedua: Kyumi-Chomrong

Buat saya ini adalah hari yang terberat. Di hari kedua ini pos-pos yang dilewati masih berada di ketinggian di bawah 2500 meter, jadi belum ada resiko terkena altitude sickness. Tapi medan yang harus dilewati sangat menantang bagi pendaki pemula. Setelah kita melewati New Bridge, jalur setapak yang harus dilalui melulu anak tangga batu yang seperti tak ada habis-habisnya. Bayangkanlah kalau kita harus naik anak tangga curam selama berjam-jam, begitulah rasanya. Perjalanan dari Kyumi menuju Chomrong memakan waktu 6-7 jam.

 

Hari Ketiga: Chomrong-Dovan

Terasa lebih enteng dari hari kedua, meski pendaki masih perlu menaiki anak tangga batu yang lumayan curam. Daerah yang dilewati pada hari ketiga ini juga menawarkan pemandangan yang menarik, khususnya jalur dari Chomrong menuju Sinuwa. Setelah melewati Sinuwa, medannya relatif tidak banyak tanjakan. Di Bagian ini kita akan melewati hutan lebat yang mungkin terkesan angker bagi sebagian orang.

Hari Keempat: Dovan-MBC

Ini adalah hari yang paling penting bagi para pendaki karena akan menentukan apakah kita bisa mencapai Annapurna Base Camp sesuai jadwal yang disusun sebelumnya. Pada hari ini pendaki akan melewati pos Deurali yang berada di ketinggian 3100 meter. Gejala altitude sickness biasanya akan muncul setelah pendaki berada di ketinggian 3000 meter, jadi semua pendaki perlu ekstra hati-hati. Kalau sudah muncul gejala altitude sickness, jangan sekali-sekali melanjutkan pendakian ke titik yang lebih tinggi karena resikonya bisa sangat fatal!

Selain ancaman altitude sickness, jalur pendakian atara Deurali sampai MBC juga rawan longsor. Jadi sangat tidak dianjurkan melakukan pendakian seorang diri di wilayah ini. Bagi yang trekking sendirian, sebaiknya langsung bergabung dengan grup yang lewat untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan. Pendakian di hari keempat ini diakhiri di MBC yang berada di ketinggian 3700 meter.

 

Hari Kelima: MBC-ABC-Bambo

Ini adalah hari yang paling istimewa karena kalau semuanya berjalan sesuai rencana, kita akan menginjakkan kaki ke Annapurna Base Camp yang menjadi tujuan akhir pendakian. Untuk menikmati golden sunrise di ABC, pendaki biasanya sudah meninggalkan MBC sejak pukul empat pagi. Begitu fajar menyingsing, kita sudah berada di ABC yang terletak di ketinggian 4100 meter.

Untuk mengurangi resiko altitude sickness, saya tidak berlama-lama di ABC, tapi langsung turun di hari itu juga sampai ke Bambo. Perjalanan di hari kelima ini memakan waktu paling lama. Saya memulainya pukul lima pagi dari MBC untuk naik ke ABC. Lalu dari ABC turun sampai ke Bambo yang bisa dicapai pukul empat sore. Hari terlama berjalan kaki tapi puas karena sudah berhasil mencapai ABC.

Baca Juga: Jangan Lihat Upacara Kremasi di Nepal Kalau Lemah Hati

Hari Keenam: Bambo-Jhinu

Ini adalah hari pendakian yang paling enteng karena hanya memakan waktu empat jam saja. Di hari ke-6 ini saya sudah bisa santai di Jhinu pukul satu siang. Meski masih ada waktu untuk melanjutkan perjalanan, saya memutuskan menginap di Jhinu untuk menikmati pemandian air panasnya yang kesohor itu. Penginapan di desa Jhinu juga sangat bagus, tak kalah dengan hostel-hostel di Pokhara.

Hari Ketujuh: Jhinu-Nayapul

Pada hari terakhir ini saya hanya berjalan kaki sampai ke Siwai. Dari Siwai, perjalanan ke Nayapul ditempuh dengan bus. Terus terang, awalnya saya sempat ragu menunpang bus itu karena khawatir dengan keamanannya. Bayangkan, di jalan tanah yang medannya turun naik itu kita harus naik bus tua yang mungkin sudah tak layak jalan. Tapi karena pendaki lainnya semuanya naik bus itu, akhirnya saya pun ikut saja.

Berdesak-desakan di bus dari Siwai ke Kathmandu
Seolah ingin menambah kehebohan goyangan bus, sopir bus memutar lagu India di sepanjang perjalanan. Saya yang tadinya takut malah jadi mau ketawa mendengar musik yang mengajak borjoget itu. Sudah begitu, penumpangnya juga sangat penuh, dan saya sendiri tak kebagian tempat duduk. Beberapa kali bus seperti mau terbalik saat melewati tanjakan. Tapi karena sudah dihibur dengan lagu India, penumpang malah tertawa-tawa, hahaha…

Pukul dua siang saya sudah sampai di Pokhara. Rasanya plong sekali karena sudah berhasil menyelesaikan rute trek Annapurna Base Camp tanpa kurang sesuatu apapun. Sekarang saya malah ketagihan dengan aktivitas trekking. Ada yang mau jadi teman saya untuk pendakian berikutnya?

Baca Juga: Menjajal Rute Trekking Singkat di India

Tidak ada komentar

Punya pertanyaan atau komentar? Tuliskan di sini...